Pengunjung

Monday, December 31, 2012


(Gb. 16.20). Ukuran film biasanya 35 × 50 mm. Ukuran kertas gambar, judul,
tanggal, nomor rol dsb di cacat dan di cetak pada kartu.
Keuntungan – keuntungannya kartu berlubang adalah :
1)      Penemuan kembali lebih cepat dan mudah.
2)      Mudah di cetak
3)      Penggantian sebuah kartu karena perubahan rencana atau revisi gambar
Lebih mudah.
4)      Kartu duplikat dapat lebih mudah meneruskan informasi gambar antara
bengkel-bengkel.
Kerugian-lerugiannya adalah dsb :
1)      Kemungkinan hilang.
2)      Lebih banyak tempat simpan dari pada rol atau pita.
Gb. 16.21 memperlihatkan sebuah lemari penyimpanan. Belakang ini kartu-











16.   Penanganan Gambar
Kartu disimpan dalam peti yang bersatu dengan mesin.
(d)  Membaca dan reproduksi mikro film.
Sebuah alat pembaca mikro di pergunakan untuk membaca film sebagai
referensi. Catatan mikro film di buat dengan alat reproduksi dengan skala pem-
besaran atau pengecilan sesuai kebutuhan. Dalam waktu singkat, sebuah alat
pembaca pencetakan seringkali di pergunakan untuk memebaca atau mencetak.
Gb.   16.22 adalah sebuah alat pembaca mikro film.
















Gb.   16.22   Alat Baca Microfilm












BAB 17. PENYEDERHANAAN GAMBAR
            Pada umumnya penyajian gambar harus menyatakan bentuk benda secara  tepat. Untuk menghemat waktu penggambar dan pembaca, telah di tetapkan cara-   cara penyederhanaan gambar untuk beberapa elemen mesin. Cara ini juga diper- gunakan untuk bagian benda atau elemen yang megulang, yang telah dibahas pada    Bab 9.6, dan gambar bagan (skema). Elemen-eleman gambar tertentu di beri keterangan tujuan atau cara mempergunakan alat (tooling).
17.1     Penyederhanaan Penyajian Lubang Senter
Lubang-lubang senter adalah elemen-elemen vital untuk proses pemesinan berputar, seperti misalnya mesin bubut atau gerinda silindris, khususnya untuk                  poros atau benda-benda sejenis.
Ada tiga macam lubang senter, yang masing-masing harus di tentukan sesuai fungsinya :
1)      Lubang senter diprlukan pada bangian yang telah sesuai.
2)      Lubang senter dapat di terima pada bagian yang telah sesuai.
3)      Lubang senter tidak boleh terdapat pada bagian yang telah sesuai.
Dalam hal lubang senter harus ada, pada dasarnya bentuk dan ukurannya



















Gb.  17.1   Penyajian Senter Yang Disederhanakan
17.   Penyederhanaan Gambar.

harus digambar, tetapi tidak perlu di gambar secara tepat, karena lubang senter ini di buat dengan mata bor standar.
            Keterangan paling penting untuk lubang senter ialah lubang senternya harus atau boleh berada pada benda yang telah sesuai. Tujuan lubang senter atau jenis lubang senter juga berguna.
            Gb.  17.1 memperlihankan penyajian yang disederhanakan dari sebua lubang senter, dengan lambang dan catata tujuan sesuai dengan ISO/R866, 2540 dan 2541.
Arti dari pada penunjuk adalah:
Lubang senter ISO 2540 jenis B ialah, d = 2,5 mm, D = 8 mm.
Perancang bebas untuk menentukan tujuan. Bila mana tujuanya tidak deper- lukan, maka garis penunjuk dan catatanya dapat ditiadakan.
17.2   Penyederhanan Gambar Ulir Dan Bagian-Bagian Berulir
Sambunga ulir sangat luas dipergunakan dalam mesin-mesin, dan terdapat bermacam-macam jenis ulir. Jika diambil sebuah batang berulir, baut umpamanya, dan kemudian dipotong memanjang, maka akan terlihat penampang ulirnya. Ter- gantung dari jenis ulirnya, maka penampang ulir tersebut dapat berbentuk segi   tiga, segi empat, trapezium, bulat dsb.nya. Penampang-penampang ini dapat dililitikan memlalui garis ulir di dalam dan di luar suatu silinder. Dengan demikian akan terbentuk sebuah ulir dalam atau ulir luar. Untuk menggambar  bentuk- bentuk ulir tersebut di perlukan waktu dan pekerjaan yang lama dan membo-sankan, bila di gambar dalam proyeksi sebenarnya (Gb.   17.2). sebagai gambar

MOTOR BAKAR


Motor bakar  adalah suatu pesawat yang mengubah energi panas dari pembakaran bahan bakar dalam silinder menjadi energi mekanik atau energi putar pada poros.
BAGIAN-BAGIAN MOTOR BAKAR
Torak

Torak adalah bagian motor bakar yang bergerak lurus bolak-balik dalam silinder.
Poros engkol

Poros engkol adalah  poros yang berfungsi mengubah gerakan torak  yang maju-mundur yang mengubah gerakan menjadi gerakan memutar.


Katup

Berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan ruang silinder diatas kotak dengan udara luarpada saat dibutuhkan
SIKLUS MOTOR BENSIN 4 TAK
Pengisian/Hisap

Sewaktu piston bergerak dari TMA ke TMB, maka tekananvdiruang pembakaran menjadi hampa (vakum).

 

Kompresi
Setelah melakukan pengisian, piston yang sudah mencapai TMB kembali lagi bergerak menuju TMA, dimana katup masuk dankatup buang tertutup, ini memperkecil ruangan diatas piston, sehingga campuranudara-bahan bakar menjadi padat.
Kerja
Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepatcampuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan olehdinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggiyang mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier dari piston inidirubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol.





Langkah Buang

Pada langkah buang, piston bergerak dariTMB menuju TMA, katup masuk tertutup dan katup buang terbuka, Langkah buang ini menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yanglembut dan efisien.
PERBEDAAN MOTOR 2 TAK DAN 4 TAK

Motor 2 tak
Dilihat dari cara kerja mesin yaitu untuk mendapatkan 1 kali tenaga hasil pembakaran gas,motor 2 tak tidak usah memerlukan 2 kaligerakan piston naik dan turun,dengan sekali putar engkol.

Motor 4 tak
Untk mendapatkan 1 kali tenaga pembakaran dibutuhkan4x gerakan piston dan 2xputaran poros engkol.
 

GENERATOR DAN TRANSFOMATOR


Generator memakai prinsip kerja faraday yang memutar magnet dalam kumparan atau sebaliknya.
Perbedaan
Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.
GENERATOR
  • Prinsip Kerja
Memakai prinsip percobaannya faraday yaitu memutar magnet dalam kumparan atau sebaliknya, ketika magnet digerakkan dalam kumparan maka terjadi perubahan fluks gaya magnet (peribahan arah penyebaran medan magnet) di dalam kumparan dan menembus tegak lurus terhadap kumparan sehingga menyebabkan beda potensial antara ujung-ujung kumparan (yang menimbulkan listrik). Digunakan pada saat mati listrik. 
TRANSFOMATOR
  • Prinsip Kerja
Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.digunakan untuk menambah daya listrik


MOTOR 4 TAK


a. Prinsip kerja motor 4 langkah yaitu:
Untuk prinsip kerja motor 4 tak atau 4langkah yaitu yang pertama adalah langkah isap,kompresi, usaha buang, akan dijelaskan dibawah

1) Langkah Hisap
Sewaktu piston bergerak dari TMA ke TMB, maka tekanandiruang pembakaran menjadi hampa (vakum). Perbedaan tekanan udara luar yangtinggi dengan tekanan hampa, mengakibatkan udara akan mengalir dan bercampur dengan gas. Selanjutnya gas tersebut masuk melalui katup masuk yang terbukamengalir masuk dalam ruang cylinder. Prosesnya adalaha) Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah(TMB). 
b) Katup buang tertutup dan katup masuk terbuka, bahan bakar masuk kesilinder  
c) Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk kesilinder 

2) Langkah Kompresi
Setelah melakukan pengisian, piston yang sudahmencapai TMB kembali lagi bergerak menuju TMA, dimana katup masuk dankatup buang tertutup, ini memperkecil ruangan diatas piston, sehingga campuranudara-bahan bakar menjadi padat, tekanan dan suhunya naik. Tekanannya naik kira-kira tiga kali lipat. Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA terjadiletikan bunga api listrik dari busi yang membakar campuran udara-bahan bakar.Prosesnya sebagai berikut : a) Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA b) Katup masuk menutup, katp buang tetap tertutup, c) Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber) sehingga suhudan tekanan akan naik d) Sekitar +- 8 derajat sebelum TMA , busi mulaimenyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran

3) Langkah Tenaga
Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepatcampuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan olehdinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggiyang mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier dari piston inidirubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol. Enersi rotasi diteruskan sebagaimomentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga, counter  balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.Prosesnya sebagai berikut : a) Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar, dan Piston terlempar dariTMA menuju TMB 
b) Katup masuk menutup penuh, katup buang menutup tetapi menjelang akhir langkah usaha katup buang mulai sedikit terbuka.
c) Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi pada poros engkol
  

4) Langkah Buang (Exhaust stroke)
Pada langkah buang, piston bergerak dariTMB menuju TMA, katup masuk tertutup dan katup buang terbuka, Langkah buang ini menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yanglembut dan efisien. Prosesnya adalah :a) Counter balance weight pada poros engkol memberikan gaya untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA b) Katup buang terbuka Sempurna, katup masuk menutup penuh
 c) Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaustmenuju knalpot



Sunday, October 7, 2012

GRINDA

Grinda Duduk
Dinamakan grinda duduk sebab mesin grinda tersebut mempunyai tempat(dudukan) yang tetap.Biasanya tidak dipindah-pindahkan sebagaimana grinda tangan. Terdapat grinda khusus duduk yang bisa dipindah-pindahkan namun tetap pada tempatnya.
Contoh :
Grinda yang batu grinda potongnya berukuran kurang lbih 14 inci
Kegunaannya untuk menggerinda tools dan cutting tools.
A. Menggerinda Tools :
  • jig pengasah matereial tidak dikeraskan
  • batang pahat
  • alat-alat yang diperlukan
B. Mengerinda Cutting Tools :
  • menggerinda pahat baku
  • Hss: pahat mata kanan x kiri
  • pahat alur,uir,potong
Menggerinda pahat karbida (pahat yang bermata karbida)
  • pahat mata kanan x kiri
  • pahat 45 drajat.,pahat dalam,ulir,alur,dll.
GRINDA DUDUK
pada umumnya grnda duduk adalah grinda,bila membentuk tools/cutting tools sangat tergantug pada keterampilan penggerinda atau orang yang menggerinda.

MACAN-MACAM BATU GRINDA DUDUK
A. Batu Grinda SIlinder
  • warna hijau tua
  • pori-pori agak besar
  • digunakan untuk menggerinda tools(benda Besar)
  • untuk grinda karbida kurang baik,hasilnya permukaan kurang halus
B. Batu Grinda Duduk Silinder

  • warna hijau tua
  • pori-pori lembut
  • untuk mengerida pahat khusus karbida
  • tidak cocok untuk menggerinda tools(dari besi)
  • batu grinda akan kalah
C. Batu Grinda Khusus Potong (Cutting Tools)
  • warna : hitam,merah tua
  • khusus untuk memotong material
  • paling baik untuk memtong pipa.

Sunday, January 22, 2012

LAPORAN PENGUKURAN LUBANG TIRUS DENGAN BOLA UKUR


PENGUKURAN LUBANG TIRUS DENGAN BOLA UKUR

A.      TEORI SINGKAT
Pengertian tentang :
-        Bola ukur
Bola ukur adalah alat ukur yang sering digunakan di bengkel mesin. Bola ukur berfungsi sebagai alat bantu.
-        Gambar


Description: http://www.dspballs.com/gaugepict.gif



-        Cara Membaca
·        

B.     TUJUAN
a.      Untuk mengetahui diameter dalam tirus suatu benda kerja
C.     GAMBAR

G:\Images\Benda kerja 1.jpg G:\Images\Benda kerja 2.jpg
D.     ALAT DAN BAHAN
-        ALAT
·         Bola ukur 2 buah
·         Jangka sorong
·         Seperankat alat tulis
-        BAHAN
·         Benda kerja 1 dan 2


E.     LANGKAH KERJA
1.      Ambil sebuah bola diameter 1 yang cukup untuk posisi 1
2.      Ukur D1 dan tinggi H1
3.      Ambil bola D2 lain yang cukup untuk posisi 2
4.      Sudut diatas dapat dicari dengan menggunakan rumus
F.      HASIL
TABEL PENGUKURAN
No.
Gambar
Hasil


1.














2.
G:\Images\Benda kerja 1.jpg





G:\Images\Benda kerja 2.jpg




Pengukuran1
H1 =       mm
H2 =       mm
D1 =       mm
D2 =       mm








Pengukuran2
H1 =      mm
H2 =      mm
D1 =      mm
D2 =      mm



G.    ANALISA

·         Data 1  







·         Data 2 :







-        Kesulitan yang didapat saat meggukur benda kerja , yaitu :
Ø   (Buat sendiri)
-        Solusi :
Ø    (Buat sendiri)
H.     KESIMPULAN
a)      Kesimpulan
-        (Buat sendiri)
b)      Saran
-       (Buat sendiri)














    Pemeriksa                                                                                      Cilegon ,  Januari 2012